Tag Archive | renungan

Aku Mencintaimu karena ALLAH

♥♥♥

Yaa Allah…
Saat aku menyukai seseorang…
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir…
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

♥♥♥

Yaa Allah…
Ketika aku merindukan seseorang…
Rindukanlah aku pada sosok yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

♥♥♥

Yaa Allah…
Jika aku mencintai seseorang..
Cintakanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

♥♥♥

Yaa Allah…
Ketika aku sedang jatuh cinta…
Jagalah cinta itu..
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

♥♥♥

Yaa Allah…
Ketika aku harus berucap “I Love You…. Ana Uhibbuka…. Saya cinta padamu…”
Biarlah kukatakan pada yang hatinya tertaut padaMu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

♥♥♥

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa…
Dicintai seseorang adalah sesuatu…
Dicintai seseorang yang kau cintai sangatlah berarti…

tetapi…

Dicintai oleh Sang Pencipta adalah SEGALANYA…

♥♥♥

Terimakasih Sahabat

Sudah Satu bulan lebih kutinggalkan blog ini, kubiarkan dia tak terurus dan tak diisi dengan tulisan-tulisan baru nan segar. Semangatku hilang seketika, pikiranku buntu karena banyaknya masalah yang datang silih berganti dan harus diselesaikan satu persatu dengan penuh kesabaran.

Tapi tiada kehidupan tanpa masalah, tinggal tergantung pribadi masing-masing mengatasinya. Ingin menyelesaikan dengan cara singkat tapi tak tepat, atau dengan kesabaran yang lambat tapi membawa hasil yang nikmat. Di samping terus berusaha dan berpasrah diri pada Ilahi, tentunya.

Aku merasa beruntung karena orang-orang di sekitarku masih memberikan perhatian. Begitu juga teman-teman yang kukenal di dunia maya, mereka selalu memberi support dan dukungan agar aku tetap semangat dan kembali mengisi blog ini dengan ‘kejujuran cinta’.

Terimakasih Mbak Emma yang ramah, Mas NH 18 yang telah memberikan dukungan, Bang Jiwakelana yang selalu peduli, dan juga Mas Tuyi yang selalu menyemangati dan memberikan aku award agar blog ini diupdate lagi. Aku bahagia memiliki sahabat seperti kalian, yang selalu ada, peduli dan terus menyemangatiku.

Terimakasih juga buat pengunjung dan pembaca blog ‘Kejujurancinta’ yang masih selalu setia hadir dan berkunjung walaupun blog ini sudah ‘mati suri’ beberapa saat.

aw4rd-bertuahInsya Allah dengan doa dan bantuan kalian semua, ke depan aku akan lebih kuat dan akan terus ngeblog. Tidak ada gunanya terus menerus larut dalam kesedihan, yang sudah terjadi biarlah berlalu dan menjadi pelajaran, masa yang akan datang jangan sampai terulang lagi.

Dan semoga juga dengan ‘bertuah award’ dari Mas Tuyi, blog ini menjadi ‘bertuah’ buat pengunjung dan pembaca sekalian. Ambillah yang bermanfaat dari blog ini, yang kira-kira tidak ada gunanya tinggalkan saja dan biarkan menjadi pemanis.

Terimakasih sahabat………….

Renungan Diri

Detik berganti menit, hari berganti minggu, bulan berganti tahun, yang muda pasti menjadi tua, baik muda maupun tua pasti akan mati. Begitulah hidup selalu berganti tak satu pun yang abadi, semua pasti akan berakhir bila tiba waktunya.

Hidup bak roda pedati yang terus berputar, kadang di atas, kadang juga di bawah. Pada saat di atas jangan pernah lupa melihat ke bawah, untuk menggugah rasa peduli dengan orang orang kecil di sekitar dan meningkatkan rasa syukur pada Yang Maha Pencipta.

Begitu juga saat berada di bawah, jangan selalu melihat ke atas, karena hal itu akan membuat kecewa yang mendalam dan merasa terdiskriminasi oleh keadaan yang tidak adil. Syukuri apa yang kita dapat dan miliki, karena tidak semua orang seberuntung kita.

Jangan terlena disaat memiliki kekuasaan, harta dan tahta, karena semua itu tidak akan abadi dan akan berakhir sesuai keinginan-Nya, bahkan kalau tidak hati hati bisa menjerat diri sendiri. Belajar dari pengalaman akan membuat diri kian sadar dan berhati-hati melangkah.

Semakin usia menapaki senja, kesadaran diri dari kealpaan dan kesalahan semakin menjejali jiwa. Penyesalan yang dalam serta tetesan air mata kian mewarnai kala sujud menghadap-Nya. Ketenangan, keikhlasan, kepasrahan serta ketabahan semakin terasa saat diri mendekat pada-Nya. Kesalahan, kesilapan juga kemaksiatan yang telah diperbuat selama ini, kiranya mampu ditinggalkan untuk  melangkah menuju ridho-Nya.

Hidup hanya sekali, alangkah baiknya kalau bisa diisi dengan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dari sekarang dan dari hal – hal yang kecil terlebih dahulu, karena merubah hidup tidak segampang membalik telapak tangan. Tinggalkan segala ketidakbaikan di dunia ini untuk  menuju hidup lurus dan kekal abadi nantinya.