Tag Archive | keluarga

Pangeran Kecilku…..

Hari ini….. 9 tahun yang lalu. Saat kau hadir di dunia ini, pertama kali kau membuka mata, menangis dan tersenyum. Hadirmu menyenangkan banyak orang yang telah lama menantimu, begitu juga ayah dan ibumu.

Ibumu yang penuh semangat, ibumu yang penuh perjuangan, rela berkorban jiwa raga bahkan nyawa untuk melahirkanmu. Meski kini kau harus berpisah dengannya tapi jangan pernah lupakan jasanya, tak ada yang bisa menggantikannya. Dia menyayangimu seperti halnya ayahmu.

Kini…. aku ada diantara kalian meski hanya sebatas bayang semu. Secara langsung aku tidak mengenalmu tapi hatiku sudah tertaut padamu, mulai menyayangi dan mencintaimu. Aku banyak tahu  dari cerita ayahmu. Ayahmu selalu semangat bila bercerita tentangmu, ayahmu penuh harap padamu, ayahmu terlalu sayang dan tak ingin kehilanganmu. Kau adalah segalanya, kau adalah masa depan baginya. Apapun rela dia korbankan demi kebahagianmu.

MOHAMMAD SUTRA ALI…… nama yang indah pemberian orangtuamu. Jadilah anak yang pintar, anak yang selalu berbakti pada orangtua. Jadilah LELAKI kuat dan tangguh serta berhati selembut sutra.

Semakin hari kau tumbuh semakin besar, usiamu pun kini bertambah.

Jum’at, 08 Oktoboer 2010…… SELAMAT ULANG TAHUN PANGERAN KECILKU……

Semoga panjang umur, berlimpah rezeki, tetap sehat dan selalu dalam ridho dan ampunan-NYA. Jadilah anak yang pintar sayang, buatlah bangga ayah ibumu.

Aku menyayangimu meski kau tak pernah tahu siapa aku. I LOVE U MY LITTLE PRINCE ……

 

Selamat Jalan Sayang……..

Bergetar hati ini membaca kabar yang dikirim via sms, tanpa diperintah buliran air hangat telah mengalir begitu saja.  Hati ini bergetar bukan karena sang kekasih yang dinanti menyapa, tapi karena kabar yang diterima adalah duka yang  sangat memilukan hati.

Belum puas rasanya hati bundamu menggendong, membelai, dan melihat perkembanganmu. Belum hilang lelah ayahmu yang bekerja siang malam tuk membeli susumu. Tapi kamu sudah pergi meninggalkan mereka dan kami semua yang sangat menyayangimu, tepat pada 5 Ramadhan 1430 H (26 Agustus 2009).

16 hari dalam perawatan dokter belum mampu menjadi penawar rasa sakitmu. Kamu tak mampu untuk berkata di mana dan apa yang kamu rasakan, hanya tangisan dan eranganmu yang terasa menyayat hati selalu terdengar di telinga ini.

Andai aku bisa menggantikan posisimu, aku rela untuk sakit dan terbaring tak berdaya. Aku rela…… karena kami semua masih berharap akan kesembuhanmu dan ingin melihatmu tersenyum, tertawa seperti dulu. Kelincahan dan kepintaranmu dalam berkembang menjadi anak yang cerdas selalu membuat kami gemas dan ingin selalu berada di dekatmu.

Mungkin inilah yang terbaik untukmu dan sesuai janjimu dengan yang Maha Pencipta akhirnya kamu kembali kepadaNYA. Ayah bundamu hanya bisa sabar dan mengikhlaskan kepergianmu, walaupun sedih dan kehilangan belum bisa jauh dari hati mereka.

Selamat jalan sayang…….. semoga kamu menjadi pembuka jalan ke surga bagi kedua orangtuamu. Ayah, bunda, kakak, kakek, nenek, bude dan om tetap menyayangimu dan akan selalu mendo’akanmu.

Raihan Aldiansyah Putra

Raihan Aldiansyah Putra

*Teruntuk yang tersayang Raihan Aldiansyah Putra (10 bulan)

Perempuan Kuat, Tegar dan Mandiri

Mungkin banyak kaum lelaki yang menganggap perempuan sebagai mahluk lemah, tak berdaya, dan cengeng. Persepsi seperti itu dulu banget, perempuan saat ini harus tampil berani menjadi perempuan kuat, tegar dan mandiri, tanpa harus meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai ibu, istri bagi suami dan anak-anaknya.

Banyak kita melihat perempuan kuat dan tegar, yang selalu setia mendampingi, menerima apapun keadaan suami walaupun hatinya tersakiti. Begitu juga dengan perempuan yang berpisah (cerai) dari suami. Mereka mampu hidup mandiri untuk menghidupi anak-anaknya. Perempuan adalah sosok yang selalu tabah, sabar dan bisa  memaafkan apapun kesalahan yang telah diperbuat suaminya.

Seperti Ida Laksmiwati, istri Antasari Azhar (Ketua KPK non aktif) yang selalu tersenyum dan tetap setia mendampingi suaminya yang dituduh sebagai otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnain serta terlibat cinta segitiga dengan Rhani Juliani.

sharmila

sharmila

Begitu juga dengan Sharmila, istri Yahya Zaini (mantan anggota DPR RI) yang masih bisa menerima dan memaafkan suaminya setelah rekaman video skandal seksnya dengan si penyanyi dangdut Maria Eva tersebar luas dan menjadi buah bibir yang memalukan.

Serta Hillary Clinton yang masih tetap mendukung karir suaminya Bill Clinton, walaupun telah tersandung skandal seks dengan Monica Lewinsky.

okie agustina

okie agustina

Satu lagi perempuan yang pantas untuk diacungi jempol adalah Okie Agustina (mantan istri Pasha Ungu). Okie tidak menjadi perempuan cengeng yang meratapi nasib saat harus bercerai dengan Pasha yang bergelimang harta dan selalu dikelilingi wanita-wanita cantik.

Malah saat ini Okie mampu mandiri, membenahi diri, berkarir menjadi model untuk menghidupi dirinya dan anak-anak yang dipercayakan padanya untuk diasuh dan dibesarkan. Karirnya juga semakin berkibar di dunia entertainment dengan memproduseri band baru yang bernama Kraton Band.

Mungkin masih banyak perempuan-perempuan kuat, tegar dan mandiri lainnya yang tidak terekspos media karena mereka bukan public figur. Saya sangat menghormati dan salut  pada mereka. Mudah-mudahan saya juga mampu menjadi perempuan yang memiliki ketulusan hati, kuat, tegar dan mandiri.

Duka Negeriku

Indonesia tengah berduka karena musibah jebolnya tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang, Jum’at (27/3). Musibah tersebut menelan korban hingga ratusan jiwa, belum lagi korban luka-luka, kehilangan tempat tinggal, dan harta benda lainnya.

Sungguh menyedihkan dan sangat menyayat hati, ketika melihat seorang ibu mencari balitanya yang tidak tahu entah di mana, melihat adik yang kehilangan kakak, dan banyak lagi dari mereka yang mencari sanak saudaranya yang hilang terbawa arus.

Kalau melihat kejadian tersebut, saya teringat dengan kejadian banjir bandang yang melanda kawasan wisata Bukit Lawang Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada tahun 2003 silam. Bencana ini juga terjadi  dinihari pada bulan Ramadhan, di saat masyarakat sekitar akan makan sahur dan mungkin juga masih ada yang terlelap tidur.

Tanpa mereka sadari air bah datang dan meluluhlantakkan segalanya. Makan Sahur yang seharusnya tenang dan khidmat berubah menjadi hiruk pikuk, teriakan minta tolong terdengar di sana sini. Mereka tidak tahu apa, siapa yang harus diselamatkan, kejadian tersebut juga menelan korban ratusan jiwa.

bahorok

sebagian lokasi yang terkena banjir bandang di Bukit Lawang, Bahorok

Kejadian yang lebih dahsyat juga menimpa Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada akhir tahun 2004, tepatnya setahun setelah banjir bandang meluluhlantakkan Bukit Lawang Bahorok, Kabupaten Langkat.

Gempa yang diikuti tsunami menghancurkan dan meratakan sebagian Kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam. Hantaman tsunami tersebut merenggut puluhan ribu korban jiwa dan kerugian materi yang tak terhitung.

tsunami_aceh

gempa dan hantaman tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam meratakan semuanya kecuali bangunan masjid yg masih tampak berdiri kokoh

kapal-aceh

dahsyatnya tsunami mampu memindahkan kapal ke atas bangunan. Subhanallah

Kita semua menundukkan kepala, kita semua berduka, kita semua menangis. Tapi tangisan dan keprihatinan saja tidak cukup dalam menyikapi bencana. Diperlukan langkah nyata berbasis alasan yang cukup agar didapat gerak yang efektif dalam menanggulangi dan sekaligus mengantisipasinya lagi di masa akan datang.

Mari kita ambil hikmah dibalik semua bencana yang telah terjadi. Mari kita belajar menghargai, menjaga, dan bersahabat dengan alam yang sudah semakin tidak ramah. Mari kita hijaukan lingkungan untuk kepentingan kita bersama.

Saya turut berdukacita atas musibah Situ Gintung yang melanda saudara-saudaraku di Tangerang dan sekitarnya. Semoga mereka diberi kekuatan, keikhlasan, kesabaran menerima dan menghadapi musibah ini. Amin.

BBM Turun, Sembako (tetap) Melambung

bbmPemerintah telah 3 (tiga) kali menurunkan harga bahan bakar minyak. Pertama pada 01 Desember 2008, disusul penurunan kedua pada 15 Desember 2008, dan penurunan terakhir 15 Januari 2009, sehingga harga BBM (premium) menjadi RP 4.500.- per liter.

Bukan itu saja, Pemerintah juga menetapkan penurunan tarif angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Tentu saja penurunan harga BBM, tarif angkutan dan tarif dasar listrik ini membawa angin segar dan disambut suka cita oleh rakyat. Dan orang awam seperti saya ini, tidak mengerti apakah ada unsur politis atau tidak di balik semua itu. Yang penting, penurunan tersebut dapat mengurangi cost sehari-hari.

Tapi kenyataannya penurunan harga BBM ini tidak dibarengi dengan penurunan harga-harga yang lain, seperti harga sembako dan kebutuhan sehari- hari lainnya.

Weekend kemarin, saya habiskan untuk berbenah sekaligus jalan-jalan ke pasar tradisional dekat rumah. Hampir semua kaum ibu terdengar mengeluh karena tingginya harga kebutuhan sehari-hari.

“Beras, gula, minyak curah, semuanya pada naik, gimana ni pemerintah, kok ga tanggap sih……”

“Percuma aja BBM turun kalau harga kebutuhan sehari-hari tetap tinggi, penghasilan suami saya tidak mencukupi, gajinya juga ga naik-naik tu”.

Begitulah celoteh ibu-ibu di pasar yang saya dengar ketika saya ke pasar tradisiona kemarin. Ya…kalau dihitung-hitung lebih besar pengeluaran daripada penerimaan, sehingga harus mencari tambahan dari sana sini untuk menutupi kekurangan.

Apakah hal ini juga menjadi perhatian pemerintah, untuk segera mencari solusi penurunan harga sembako dan yang lainnya. Sejatinya begitu harga BBM turun, harga-harga kebutuhan lainnya (sembako) juga harus turun.

Semoga harapan saya dan kaum ibu lainnya segera terwujud, BBM turun, sembako juga tidak melambung. Semoga, semoga dan semoga…!!

Orang Ketiga

Siapa sih orang ketiga……??

Kok mau, apa masalahnya, kok bisa…..??

cinta-segitigaBerbagai pertanyaan muncul kalau sudah berhubungan dan membahas orang ketiga. Siapapun tidak menginginkan kehadirannya terutama kaum perempuan, tapi kenyataannya orang ketiga itu ada, hadir dan mengganggu.

Menjadi orang ketiga bukan suatu cita-cita, apalagi keinginan yang sudah diniatkan oleh seseorang. Status itu datang dan melekat dengan sendirinya, seiring langkah kaki dan kehidupan yang dijalani.

Posisi orang ketiga, dalam hal apapun tidak akan mengenakkan, terlebih menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Wouuu….terbayang nggak sih gimana yang dirasakannya. Pandangan sinis, sindiran, ejekan, bahkan makian mungkin akan didapat.

Jangan telepon atau sms ya kalau aku lagi di rumah……. (kecuali aku duluan yang mulai)

Jangan jalan dengan orang lain ya…….. (padahal si dia semaunya jalan dengan siapapun)

Tidak boleh sering-sering jalan berduaan apalagi bergandengan di tempat umum……. (padahal pengen banget bisa bergandengan tangan layaknya orang pacaran)

Tidak boleh ini, itu dan puluhan tidak boleh lainnya pasti akan dirasakan.

Itu hanyalah sebagian kecil aturan dan ketidakbebasan sebagai orang ketiga. Menyebalkan banget kan kalau hidup penuh dengan aturan dan keterbatasan. Padahal keinginan hati ingin menikmati dunia ini berdua dengannya tanpa ada rasa takut dan was-was.

Apapun alasannya jangan sampai terjebak menjadi orang ketiga. Hidup lurus dengan satu orang pasangan terkadang juga penuh aral melintang, apalagi sampe ada orang ketiga, atau menjadi orang ketiga.

Hmmm…….. inilah hidup 😦

Si Anak Sulung

Anak sulung biasanya menikmati posisi istimewa dalam keluarga. Boleh dibilang, ia memiliki segalanya, status sebagai yang tertua, perhatian dan kasih sayang penuh dari orang tua, serta memperoleh pengalaman-pengalaman mengasyikkan yang mungkin tidak dinikmati adik-adiknya. Namun ada kalanya posisi sebagai sulung, membuat seorang anak memiliki beban mental yang berat.

mandiriSaya, yang kebetulan dilahirkan sebagai anak sulung dan satu-satunya perempuan dari tiga bersaudara, sangat merasakan sekali enak dan tidaknya terlahir sebagai anak sulung.

Sebagai sulung, dari kecil saya sudah diterapkan untuk disiplin, bertanggungjawab dan memberikan contoh yang baik pada kedua adik saya. Orangtua juga menaruh harapan besar di pundak saya untuk mewujudkan harapan-harapan mereka.

Di sisi lain, sebagai anak perempuan di antara dua saudara lelaki, saya juga dipenuhi kasih sayang dan sangat dimanja, terlebih oleh papa. Papa yang selalu memberikan perhatian lebih pada saya. Tapi tidak dengan ibu saya, beliau mendidik saya begitu keras. Walaupun saya tahu tujuannya untuk kebaikan, tapi tetap saja menjadi beban psikologis yang berat buat saya.

Karena kedua hal itulah, kini saya tumbuh menjadi wanita yang kuat, mandiri, bertanggungjawab, tapi juga lembut, penuh cinta dan kasih sayang. Itulah yang saya rasakan sebagai anak sulung, berat tapi juga menyenangkan. 🙂

Bagaimana dengan teman teman blogger yang kebetulan juga anak sulung seperti saya, mari kita berbagi cerita.