Kopdar

Sabtu, 18 September 2010…… Meski sudah berlalu tapi menyimpan banyak cerita. Ketika dia menginjakkan kakinya di Kota Medan, langsung dia sms “akhirnya kuinjakkan juga kaki di tanah kelahiranmu ini”. Hmmm….

Emma Gusmaya…..itulah namanya….. Perempuan cantik, ramah yang selama ini hanya kudengar suaranya via telepon kini berada di kotaku. Kesempatan langka ini tak kusia siakan, janjipun segera dibuat.

Selepas maghrib akupun meluncur ke hotel tempatnya  menginap. Kutunggu kemunculannya di lobby hotel. Begitu dia melihatku, dia pun berteriak, Lindaaaaaaaaaaa……… dan langsung memelukku dengan erat. Bagai sepasang kekasih, kami berpelukan, berciuman melepas rindu dan keinginan bertemu yang telah tersimpan selama ini.

Usai ngobrol sejenak dengan seorang temanku lagi Alwin, kami pun makan malam di Joko Solo. Tempat makan yang tidak terlalu mewah, tapi lumayan enak tuk tempat ngobrol.

aku, alwin dan mbak emma

Sebelum makanan datang, mbak Emma masih menyempatkan mencubit pipiku. Dia masih belum percaya kalau semua yang terjadi malam itu adalah kenyataan, bahwa yang duduk di sampingnya saat itu adalah aku yang selama ini hanya bisa didengar suaranya saja.

Hampir 2 jam kami bertiga ngobrol ngalur ngidul sambil bercanda. Kebahagiaan tampak jelas di wajah kami yang terlihat lelah.

Senin, 20 September 2010…… Pertemuan hari kedua. Schedule sudah disusun dari kemarin, tinggal menjalankan saja. Tujuan utama adalah ‘Rahmat Gallery’, tuk menjumpai seorang lagi sahabat maya Dedek Sugara, cewek centil yang tidak suka usil  😛

Janjian lunch keluar kantor tak dapat terpenuhi, karena si ibu centil ini sibuk dengan pekerjaannya. Akhirnya makanan pun dipesan dan dinikmati bersama di cafe kantor. Hmmmm…..

putri shaza, aku dan mbak emma

waduhhh.....banyak betul makannya buuu.....

Walau kebersamaan itu hanya beberapa jam saja, tapi terkesan akrab dan menyenangkan. Bilakah pertemuan seperti ini terulang lagi….?? Aku bahagia memiliki sahabat sahabat seperti kalian.

Iklan

Cinta, Harapan & Do’a

Kini CINTA bukan lagi misteri……

Karena di hatimu tlah kutemukan arti…….

CINTA bukan pilihan dengan apa…….

Tetapi dengan siapa hidup dijalani…….


Bukan sekadar diucapkan….. tetapi untuk dirasakan……

Bukan mimpi-mimpi…… tetapi harapan…….

Bukan berdebat…… tetapi bicara dan mendengar…….

Bukan apa yang didapat…… tetapi apa yang diberikan……

Bukan apa yang dilihat…… tetapi apa yang tersentuh……..


TERASA DEKAT WALAUPUN JAUH


CINTA bukan lembaran puisi…. tetapi KATA HATI……

Bukan pula rangkaian bunga…… melainkan UNTAIAN DO’A

Pujaan Hati…….

Hei pujaan hati….. apa kabarmu……

Kuharap kau baik baik saja…..

Pujaaan hati andai kau tahu

Kusangat mencintai dirimu


Hei pujaan hati…… setiap malam

Aku berdoa kepada Sang Tuhan

Berharap cintaku jadi kenyataan

Agar kutenang meniti kehidupan


Mengapa kau tak membalas cintaku

Mengapa engkau abaikan rasaku

Ataukah mungkin hatimu membeku

Hingga kau tak pernah pedulikan aku


Cobalah mengerti keadaanku

Dan cobalah pahami keinginanku

Kuingin kau jadi milikku

Lengkapi jalan cerita hidupku

Pujaan hati……. Pujaan hati…….


Lirik lagu Pujaan Hati ‘Kangen Band’ di atas begitu dalam maknanya. Lukisan harapan yang begitu besar dari seseorang pada sang Pujaan Hati. Tapi sayang… sang Pujaan Hati mengabaikan rasa itu.

Dikesendirianku, berteman malam nan sepi, aku terhanyut menikmati lagu tersebut. Yaa….. paling tidak aku merasakan hal tersebut saat ini. Sang Pujaan Hati mulai mengaburkan rasaku, di saat aku berharap dialah akhir pelabuhan cintaku.

Pujaan Hati…… aku mengerti dan memahami keadaanmu saat ini.  Karena kau dan aku tak jauh beda, masalah selalu datang silih berganti menerpa kehidupan kita. Jadikanlah ini semua pembelajaran tuk masa yang akan datang dan anggap ini ujian tuk mendewasakan kita. Seharusnya kita selalu bersama tuk saling menguatkan, bukan malah mengabaikan dan saling menjauhi.

Pujaan Hati……. aku rindu tawamu…….. aku rindu ceriamu……. aku rindu candamu……. aku rindu panggilan sayangmu…… aku rindu hangat kasihmu……..

Pujaan Hati……. bila nanti engkau milikku, aku ingin engkau temani aku saat menangis, aku ingin engkau temani aku hingga tutup usiaku. TAK INGIN YANG LAIN DAN TAKKAN ADA YANG LAIN.

Malam Berbalut Rindu

Malam semakin larut, kantukpun sudah mulai menyerangku. Aku beranjak menuju peraduan yang selalu setia menanti kehadiranku. Sejenak kumampu memejamkan mata ini, memanjakan diri dalam istirahat malamku.

Tapi tidak dengan hatiku, yang masih berharap teleponku berdering dan itu adalah darimu. Kuingin malam ini mendengar suaramu tuk menghantar lelap tidurku seperti malam – malam kemarin.

Lelah kumenanti tapi teleponku tetap diam membisu. Jangankan telepon, sms pun tak kunjung datang. Tak ada kata I love you mah….., tak ada kata I miss you honey……., tak ada kata iya sayang……. tak ada kata apapun yang kudapati malam ini. Menunggu membuatku lelah dan akhirnya aku pun tertidur dalam penantian rinduku.

Mungkinkah kesepakatan yang kita buat siang tadi untuk tidak saling telepon kau laksanakan….?? Aku tak sanggup bila itu terjadi….., aku tak sanggup untuk menanggung rasa rindu ini sendiri…..aku tak sanggup untuk tak mendengar suaramu lagi…..aku tak akan sanggup…….

Ataukah kau sibuk dengan pangeran kecilmu sehingga tak sempat untuk menyapaku walaupun hanya via sms. Ya….mungkin saja. Tapi aku tak boleh egois, aku tak boleh punya rasa cemburu pada pangeran kecilmu. Aku harus bisa menghilangkan perasaan yang tidak seharusnya ini dari hatiku.

Aku harus bisa mengerti bahwa tak mudah bagimu untuk berbagi waktu,  perhatian, kasih sayang serta rasa cinta untuk pangeran kecilmu  dan juga untukku. Aku menyayangimu…..aku juga menyayangi pangeran kecilmu.  Tak boleh ada sedikit celahpun yang dapat memisahkan aku, kau dan dia.

Malam terus berlalu, pagi menjelang, terangpun datang. Kuyakinkan hati terus berharap bahwa kau akan meneleponku hari ini, tuk membuang jauh balutan rinduku malam tadi. Kuingin angan cinta kita menjadi nyata, bersatu dalam ridho sang kuasa.

Antara Medan – Samarinda

Antara Medan – Samarinda

Ada cinta yang membara

Ada rindu yang melanda

Ada hasrat yang tertunda


Antara Medan – Samarinda

Terbentang jalan nan panjang

Ribuan aral pasti kan datang menghadang

Tuk menguji cinta dan kesetiaan


Antara Medan – Samarinda

Membagi duka dan airmata

Memberi support dan bahagia

Menghibur dalam canda dan tawa


Antara Medan – Samarinda

Ada sebuah cerita cinta

Berharap kan menjadi nyata

Bukan sebatas angan-angan belaka


Antara Medan – Samarinda

Bermunajat pada yang kuasa

Tuk mewujudkan niat yang mulia

Bersatu dalam mahligai rumahtangga



Maya Penuh Warna dan Ceria

Kemajuan teknologi saat ini semakin canggih, berkembang pesat tak terbendung. Bagi yang tidak menyesuaikan diri dengan kehidupan yang serba modern dan canggih sudah pasti akan tertinggal jauh.

Dunia maya…….begitu panggilan yang ditujukan untuk kemajuan di bidang internet. Dari dunia maya banyak yang bisa dipelajari, mengetahui seluruh bagian dunia tanpa harus keliling dunia, mencari sahabat juga sudah semakin mudah, apalagi untuk mencari ilmu pengetahuan, hmmm…sudah pasti tidak merepotkan.

Salah satu produk Dunia Maya adalah Facebook. Siapa yang tidak tahu atau  tidak mengenal si Facebook. Sahabat blogger semua sudah pasti mempunyai akun Facebook. Facebook sudah tidak asing lagi, dari kalangan anak sekolahan, ibu rumahtangga, politikus, hingga pejabat tinggi. Mempromosikan produk, mempromosikan diri, jadi ajang kampanye, mencari teman, bahkan hingga mencari jodoh, semua bisa dilakukan di sana.

Berselancar di Dunia Maya memang mengasyikkan, bahkan bisa lupa waktu dan akhirnya kerjaan pun terbengkalai.  Sampai-sampai untuk update blog juga tidak sempat. Sahabat baik saya, si bunda maya ini paling rajin mengingatkan saya untuk update blog, tapi tetep saja saya tak menghiraukannya karena asyik berfesbukria.

Ke depannya saya akan berusaha untuk mengimbangi antara fesbuk dan blog. Bagaimanapun blog juga sarana mencerdaskan, menambah wawasan, menambah teman, juga melatih menulis lebih baik lagi.

MAYA………duniamu penuh warna dan ceria membuat orang gembira bisa mengenalmu. Bercengkrama mencari cinta, dari pejabat hingga rakyat jelata, semua karenamu MAYA………..

*permohonan maaf saya buat sobat blogger semua*

Rekreasi Sejenak ahh……..

Sabtu, 03 Oktober……. menyempatkan diri bersenang-senang, meninggalkan rutinitas kantor yang menyebalkan dan sejenak melupakan masalah yang ada. Rekreasi bareng teman-teman ke Theme Park,  Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.

Theme Park Pantai Cermin, sarana bermain wahana air merupakan tempat rekreasi keluarga yang paling pas, apalagi untuk anak-anak. Hmmm…..pasti menyenangkan, mereka pasti betah seharian berenang, berendam dan bermain air.

salah satu tempat bermain

salah satu tempat bermain

Ada beberapa lagi tempat bermain yang mengasyikkan untuk dinikmati, tapi kebetulan saya tak sempat mengabadikannya karena sibuk berfoto ria mengabadikan diri sendiri dan juga dengan teman-teman.

mejeng bareng teman - teman kantor

mejeng bareng teman - teman kantor

Ketika sore tiba, suasana akan semakin asyikkk…… matahari sudah tidak ‘ganas’ lagi dan bisa menikmati laut yang terhampar luas seolah tak berbatas, apalagi sambil menikmati makanan seafood. Hmmm……. kalau yang ini enaknya dinikmati berdua ya dengan sang pujaan hati.

ni mejeng apa menikmati pantai......

ni mejeng apa menikmati pantai......

ni dia...... menanti yang tak kunjung tiba......

ni dia...... menanti yang tak kunjung tiba......

Puas sudah jalan-jalan…….. bermain air, memandang laut yang terhampar luas. Walau waktu terasa kurang untuk mengelilingi seluruhnya, tapi lumayanlah untuk menghilangkan kepenatan karena aktivitas sehari-hari. Paling tidak cukup untuk menenangkan hati yang gundah plus cuci mata.