Arsip

Pujaan Hati…….

Hei pujaan hati….. apa kabarmu……

Kuharap kau baik baik saja…..

Pujaaan hati andai kau tahu

Kusangat mencintai dirimu


Hei pujaan hati…… setiap malam

Aku berdoa kepada Sang Tuhan

Berharap cintaku jadi kenyataan

Agar kutenang meniti kehidupan


Mengapa kau tak membalas cintaku

Mengapa engkau abaikan rasaku

Ataukah mungkin hatimu membeku

Hingga kau tak pernah pedulikan aku


Cobalah mengerti keadaanku

Dan cobalah pahami keinginanku

Kuingin kau jadi milikku

Lengkapi jalan cerita hidupku

Pujaan hati……. Pujaan hati…….


Lirik lagu Pujaan Hati ‘Kangen Band’ di atas begitu dalam maknanya. Lukisan harapan yang begitu besar dari seseorang pada sang Pujaan Hati. Tapi sayang… sang Pujaan Hati mengabaikan rasa itu.

Dikesendirianku, berteman malam nan sepi, aku terhanyut menikmati lagu tersebut. Yaa….. paling tidak aku merasakan hal tersebut saat ini. Sang Pujaan Hati mulai mengaburkan rasaku, di saat aku berharap dialah akhir pelabuhan cintaku.

Pujaan Hati…… aku mengerti dan memahami keadaanmu saat ini.  Karena kau dan aku tak jauh beda, masalah selalu datang silih berganti menerpa kehidupan kita. Jadikanlah ini semua pembelajaran tuk masa yang akan datang dan anggap ini ujian tuk mendewasakan kita. Seharusnya kita selalu bersama tuk saling menguatkan, bukan malah mengabaikan dan saling menjauhi.

Pujaan Hati……. aku rindu tawamu…….. aku rindu ceriamu……. aku rindu candamu……. aku rindu panggilan sayangmu…… aku rindu hangat kasihmu……..

Pujaan Hati……. bila nanti engkau milikku, aku ingin engkau temani aku saat menangis, aku ingin engkau temani aku hingga tutup usiaku. TAK INGIN YANG LAIN DAN TAKKAN ADA YANG LAIN.

Iklan

Malam Berbalut Rindu

Malam semakin larut, kantukpun sudah mulai menyerangku. Aku beranjak menuju peraduan yang selalu setia menanti kehadiranku. Sejenak kumampu memejamkan mata ini, memanjakan diri dalam istirahat malamku.

Tapi tidak dengan hatiku, yang masih berharap teleponku berdering dan itu adalah darimu. Kuingin malam ini mendengar suaramu tuk menghantar lelap tidurku seperti malam – malam kemarin.

Lelah kumenanti tapi teleponku tetap diam membisu. Jangankan telepon, sms pun tak kunjung datang. Tak ada kata I love you mah….., tak ada kata I miss you honey……., tak ada kata iya sayang……. tak ada kata apapun yang kudapati malam ini. Menunggu membuatku lelah dan akhirnya aku pun tertidur dalam penantian rinduku.

Mungkinkah kesepakatan yang kita buat siang tadi untuk tidak saling telepon kau laksanakan….?? Aku tak sanggup bila itu terjadi….., aku tak sanggup untuk menanggung rasa rindu ini sendiri…..aku tak sanggup untuk tak mendengar suaramu lagi…..aku tak akan sanggup…….

Ataukah kau sibuk dengan pangeran kecilmu sehingga tak sempat untuk menyapaku walaupun hanya via sms. Ya….mungkin saja. Tapi aku tak boleh egois, aku tak boleh punya rasa cemburu pada pangeran kecilmu. Aku harus bisa menghilangkan perasaan yang tidak seharusnya ini dari hatiku.

Aku harus bisa mengerti bahwa tak mudah bagimu untuk berbagi waktu,  perhatian, kasih sayang serta rasa cinta untuk pangeran kecilmu  dan juga untukku. Aku menyayangimu…..aku juga menyayangi pangeran kecilmu.  Tak boleh ada sedikit celahpun yang dapat memisahkan aku, kau dan dia.

Malam terus berlalu, pagi menjelang, terangpun datang. Kuyakinkan hati terus berharap bahwa kau akan meneleponku hari ini, tuk membuang jauh balutan rinduku malam tadi. Kuingin angan cinta kita menjadi nyata, bersatu dalam ridho sang kuasa.

Unforgettable Memory

Sabtu yang cerah……… Matahari begitu teriknya ‘memanggang’ kota Medan, malas rasanya untuk keluar kantor. Tapi ajakan plus bujukan teman-teman akhirnya meruntuhkan keegoisanku untuk bertahan dan berkutat dengan pekerjaan kantor.

Menghadiri undangan pernikahan adik teman sekantor, pergi beramai-ramai, saling canda satu sama lain, sungguh di luar dugaanku, ternyata sangat menyenangkan. Panas terik hari ini tak membuat kami semua gerah dan berhenti bercanda sambil terus tertawa.

Sambil menikmati hidangan makanan yang disediakan, para undangan  juga dihibur dengan musik keyboard dengan biduan lokal yang lumayan cantik dan bersuara lumayan bagus. Dari lagu pop, melayu hingga dangdut semua dilantunkan dengan baik dan kami semua menikmatinya sambil sedikit menggoyangkan kaki.

Tiba-tiba saja aku tertegun dan terdiam seribu bahasa, ketika seorang penyanyi melantunkan tembang ST12 ‘Jangan Pernah Berubah’. Setiap liriknya begitu menggugah hatiku. Pikiranku pun berkelana jauh, teringat kembali pada seseorang yang kini telah pergi meninggalkanku.

Seseorang yang pernah ada dalam hatiku, yang selalu menjadi penyemangatku, yang memberi warna dalam hidupku, dan yang pernah kuharapkan menjadi imam. Kini semua sudah berakhir dan diapun sudah berlalu, tapi kenangan manis yang pernah kita rajut bersama tak akan pernah terlupakan.

GADIS SUNYIBiarkan waktu teruslah berputar
Mencintai kamu penuh rasa sabar
Meski sakit hati ini kau tinggalkan
Ku ikhlas ‘tuk bertahan

Cintaku padamu begitu besar
Namun kau tak pernah bisa merasakan
Malah kini kau ucapkan selamat tinggal
Membuat keresahan

Meninggalkanku tanpa perasaan
Hingga ku jatuhkan airmata
Kekecewaan ku sungguh tak berarah
Biarkan ku harus bertahan

Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah

Jangan pernah kau coba untuk berubah
Ku relakan yang indah dalam hatinya

Aku mencintaimu, tapi tak mampu memilikimu, aku harus rela melepasmu demi kebahagiaanmu. Cinta sejati tak akan pernah mati, walau raga tak termiliki, cinta sejati akan selalu ada di hati, walau hanya bersua sebatas mimpi.

Terimakasih sudah mencintaiku, mengisi hari-hariku dengan begitu indah. Dekap hangatmu akan selalu kurasakan walaupun hanya dalam mimpi dan sebatas bayang-bayang semu.


Selamat Jalan Sayang……..

Bergetar hati ini membaca kabar yang dikirim via sms, tanpa diperintah buliran air hangat telah mengalir begitu saja.  Hati ini bergetar bukan karena sang kekasih yang dinanti menyapa, tapi karena kabar yang diterima adalah duka yang  sangat memilukan hati.

Belum puas rasanya hati bundamu menggendong, membelai, dan melihat perkembanganmu. Belum hilang lelah ayahmu yang bekerja siang malam tuk membeli susumu. Tapi kamu sudah pergi meninggalkan mereka dan kami semua yang sangat menyayangimu, tepat pada 5 Ramadhan 1430 H (26 Agustus 2009).

16 hari dalam perawatan dokter belum mampu menjadi penawar rasa sakitmu. Kamu tak mampu untuk berkata di mana dan apa yang kamu rasakan, hanya tangisan dan eranganmu yang terasa menyayat hati selalu terdengar di telinga ini.

Andai aku bisa menggantikan posisimu, aku rela untuk sakit dan terbaring tak berdaya. Aku rela…… karena kami semua masih berharap akan kesembuhanmu dan ingin melihatmu tersenyum, tertawa seperti dulu. Kelincahan dan kepintaranmu dalam berkembang menjadi anak yang cerdas selalu membuat kami gemas dan ingin selalu berada di dekatmu.

Mungkin inilah yang terbaik untukmu dan sesuai janjimu dengan yang Maha Pencipta akhirnya kamu kembali kepadaNYA. Ayah bundamu hanya bisa sabar dan mengikhlaskan kepergianmu, walaupun sedih dan kehilangan belum bisa jauh dari hati mereka.

Selamat jalan sayang…….. semoga kamu menjadi pembuka jalan ke surga bagi kedua orangtuamu. Ayah, bunda, kakak, kakek, nenek, bude dan om tetap menyayangimu dan akan selalu mendo’akanmu.

Raihan Aldiansyah Putra

Raihan Aldiansyah Putra

*Teruntuk yang tersayang Raihan Aldiansyah Putra (10 bulan)

Senyumku Bahagiaku

Kota Medan semalaman diguyur hujan, hari-hari yang biasanya panas dan gerah dari pagi tadi menjadi dingin dan sejuk. Hatiku yang biasanya agak sedikit ‘panas’, tersenyum dan tertawa pun sering dilakukan tidak ikhlas, hari ini ikut mencair dari kebekuannya.

Aku tertawa lepas karena guyonan teman – teman kantor,  mereka sangat menghiburku. Keakraban terasa semakin kental dengan suasana yang semakin akrab. Selama ini hal tersebut juga ada, tapi aku lebih banyak diam tak menanggapinya, kalaupun harus tertawa tak pernah kulakukan tulus dari hatiku.

Akhirnya kusadari, tak ada gunanya terus menyiksa diri dengan semua masa lalu. Biarlah semua berlalu, aku harus tetap melangkah menjalani hidup, karena hidup tak akan berhenti dengan alasan apapun kecuali ajal menjemput dan kiamat.

Ternyata, ketulusan untuk bisa tersenyum, tertawa, menjadi obat hati. Beban yang selama ini menyesakkan dada seolah terbang melayang dan menghilang.  Legaaaaa……. itulah yang kurasakan.

Meski tak mudah bagiku untuk melupakanmu, tapi aku ikhlas melepasmu, dan aku rela kehilangan demi kebahagianmu. Tak ada yang perlu disesali, semua sudah terjadi dan waktu tak akan pernah bisa diputar ulang untuk memilih kembali.

Aku akan tetap tersenyum menjalani hidupku, sepahit apapun itu. Selamat tinggal masa lalu, aku kan melangkah….. maafkanlah kesalahan yang pernah kulakukan padamu.

Semoga bahagiaku hari ini, senyum dan tawaku saat ini, akan tetap selalu ada menemani dan mengisi hari-hariku.

Perempuan Kuat, Tegar dan Mandiri

Mungkin banyak kaum lelaki yang menganggap perempuan sebagai mahluk lemah, tak berdaya, dan cengeng. Persepsi seperti itu dulu banget, perempuan saat ini harus tampil berani menjadi perempuan kuat, tegar dan mandiri, tanpa harus meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai ibu, istri bagi suami dan anak-anaknya.

Banyak kita melihat perempuan kuat dan tegar, yang selalu setia mendampingi, menerima apapun keadaan suami walaupun hatinya tersakiti. Begitu juga dengan perempuan yang berpisah (cerai) dari suami. Mereka mampu hidup mandiri untuk menghidupi anak-anaknya. Perempuan adalah sosok yang selalu tabah, sabar dan bisa  memaafkan apapun kesalahan yang telah diperbuat suaminya.

Seperti Ida Laksmiwati, istri Antasari Azhar (Ketua KPK non aktif) yang selalu tersenyum dan tetap setia mendampingi suaminya yang dituduh sebagai otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnain serta terlibat cinta segitiga dengan Rhani Juliani.

sharmila

sharmila

Begitu juga dengan Sharmila, istri Yahya Zaini (mantan anggota DPR RI) yang masih bisa menerima dan memaafkan suaminya setelah rekaman video skandal seksnya dengan si penyanyi dangdut Maria Eva tersebar luas dan menjadi buah bibir yang memalukan.

Serta Hillary Clinton yang masih tetap mendukung karir suaminya Bill Clinton, walaupun telah tersandung skandal seks dengan Monica Lewinsky.

okie agustina

okie agustina

Satu lagi perempuan yang pantas untuk diacungi jempol adalah Okie Agustina (mantan istri Pasha Ungu). Okie tidak menjadi perempuan cengeng yang meratapi nasib saat harus bercerai dengan Pasha yang bergelimang harta dan selalu dikelilingi wanita-wanita cantik.

Malah saat ini Okie mampu mandiri, membenahi diri, berkarir menjadi model untuk menghidupi dirinya dan anak-anak yang dipercayakan padanya untuk diasuh dan dibesarkan. Karirnya juga semakin berkibar di dunia entertainment dengan memproduseri band baru yang bernama Kraton Band.

Mungkin masih banyak perempuan-perempuan kuat, tegar dan mandiri lainnya yang tidak terekspos media karena mereka bukan public figur. Saya sangat menghormati dan salut  pada mereka. Mudah-mudahan saya juga mampu menjadi perempuan yang memiliki ketulusan hati, kuat, tegar dan mandiri.

Cerita Cinta

Ada saatnya seseorang terhanyut dalam buaian cinta, tapi tak jarang pula seseorang terluka dan akhirnya berbuat nekad, juga karena cinta. Cinta datang dan menyapa siapa saja yang dia kehendaki. Tak peduli  gadis, perjaka, janda, duda, bahkan yang sudah punya pasangan resmi sekalipun.

Jatuh cinta berjuta rasanya, dunia serasa milik berdua. Tak peduli orang mau bilang apa, logika pun kadang terabaikan. Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, begitulah kata pujangga.

bungaKetika cinta menyentuh hati……..

Ketika cinta mengecup mesra…….

Ketika cinta membelai indah………

Ketika cinta mendekap erat………..

Ketika itu juga hasrat menggoda jiwa…….

Setiap detik yang berlalu, setiap menit yang terlewatkan, setiap jam yang terbuang, rasanya tak ingin berpisah dan menjauh darinya.

Cinta tak selamanya memberikan kehangatan, keindahan dan kebersamaan. Saat hati terluka karena cinta, saat api cemburu membakar  dada, semua cara dihalalkan untuk mendapatkan cinta itu kembali. Apalagi saat cinta harus berbagi dengan yang lain, hati tak akan rela melepasnya pergi.

Cinta penuh misteri, tapi tanpa cinta hidup juga tak berarti