Arsip

Rindu

Lirik lagu ini menggugah rasaku padamu

teringat satu nama….

teringat satu hati….

teringat satu cinta….

dalam hati kupanggil namamu….

semoga saja kau dengar dan merasakan…..

getaran dihatiku….

aku rindu saat pertama kita bertemu….

aku rindu belaian sayangmu….

tlah kau bawa segala yang kupunya

rindu ini telah sekian lama terpendam

aku rindu sanghati ku yang kini jauh dariku….

 

 

*special for you sanghati

 

 

 

Iklan

Akhir Sebuah Cerita

Bagai tersambar petir disiang bolong, bagai terhujam sembilu hati ini saat membaca sebaris status yang ditulis seseorang di jejaring sosial ‘facebook’. Sama sekali diluar dugaan, aku hanya bisa terdiam sambil mengulang membaca, dan bertanya, benarkah ini ?

Tanpa sadar kau telah menjilat ludahmu sendiri, kau lupa dengan semua celaanmu terhadapnya dan sesuatu yang menurutmu tidak mungkin. Kini kau ungkap sendiri kenyataan yang sebenarnya. Kenyataan yang selama ini kau tutupi dengan berbagai alasan dan jawaban klasik ‘tidak tahu’, setiap kali aku menanyakan kedekatanmu dengannya dan komen komennya di ‘Facebook’.

Walau tak menduga sebelumnya bila kau mampu membuat status seperti itu, aku menyikapinya dengan sikap dewasa. Aku tenangkan diri, aku ambil HP dan kukirimkan sebuah pesan singkat ucapan selamat, turut berbahagia dan sedikit do’a kecil.

Sejujurnya aku tak mampu menutupi rasa kecewa plus luka hatiku. Karena aku masih menaruh asa dan cinta padamu. Tapi ketentuanNYA sudah berlaku, aku tidak boleh egois. Bila saat ini kau memilih yang lain aku harus ikhlas. Ini adalah yang terbaik dariNYA untuk kita berdua.

Sejarah telah terukir, kebersamaan kita tak mungkin dipungkiri, cinta sudah terjalin, sayangpun telah mengalir, mengakar dalam lubuk hati.  Semua ini akan kusimpan, disimpan tidak berarti dilupakan tetapi tersimpan sebagai sebuah kenangan. Kenangan untuk menata diri agar bisa lebih baik lagi.

Aku harus berlapang dada menerima kenyataan. Ini adalah jawaban atas pinta dan do’a-do’aku padaNYA. Bagiku kebahagiaanmu dan sang pangeran kecil adalah yang utama. Semoga sang pangeran kecil bisa membuka hati untuk menerima dia dan ketiga bidadarinya menjadi bagian hidup kalian. Terimalah dia dengan segenap cinta kasihmu, jangan sakiti hatinya dan jangan pernah mencuranginya. Jangan melihat kekurangannya karena manusia tidak ada yang sempurna.

Aku Mencintaimu karena ALLAH

♥♥♥

Yaa Allah…
Saat aku menyukai seseorang…
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir…
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

♥♥♥

Yaa Allah…
Ketika aku merindukan seseorang…
Rindukanlah aku pada sosok yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

♥♥♥

Yaa Allah…
Jika aku mencintai seseorang..
Cintakanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

♥♥♥

Yaa Allah…
Ketika aku sedang jatuh cinta…
Jagalah cinta itu..
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

♥♥♥

Yaa Allah…
Ketika aku harus berucap “I Love You…. Ana Uhibbuka…. Saya cinta padamu…”
Biarlah kukatakan pada yang hatinya tertaut padaMu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

♥♥♥

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa…
Dicintai seseorang adalah sesuatu…
Dicintai seseorang yang kau cintai sangatlah berarti…

tetapi…

Dicintai oleh Sang Pencipta adalah SEGALANYA…

♥♥♥

Cinta, Harapan & Do’a

Kini CINTA bukan lagi misteri……

Karena di hatimu tlah kutemukan arti…….

CINTA bukan pilihan dengan apa…….

Tetapi dengan siapa hidup dijalani…….


Bukan sekadar diucapkan….. tetapi untuk dirasakan……

Bukan mimpi-mimpi…… tetapi harapan…….

Bukan berdebat…… tetapi bicara dan mendengar…….

Bukan apa yang didapat…… tetapi apa yang diberikan……

Bukan apa yang dilihat…… tetapi apa yang tersentuh……..


TERASA DEKAT WALAUPUN JAUH


CINTA bukan lembaran puisi…. tetapi KATA HATI……

Bukan pula rangkaian bunga…… melainkan UNTAIAN DO’A

Malam Berbalut Rindu

Malam semakin larut, kantukpun sudah mulai menyerangku. Aku beranjak menuju peraduan yang selalu setia menanti kehadiranku. Sejenak kumampu memejamkan mata ini, memanjakan diri dalam istirahat malamku.

Tapi tidak dengan hatiku, yang masih berharap teleponku berdering dan itu adalah darimu. Kuingin malam ini mendengar suaramu tuk menghantar lelap tidurku seperti malam – malam kemarin.

Lelah kumenanti tapi teleponku tetap diam membisu. Jangankan telepon, sms pun tak kunjung datang. Tak ada kata I love you mah….., tak ada kata I miss you honey……., tak ada kata iya sayang……. tak ada kata apapun yang kudapati malam ini. Menunggu membuatku lelah dan akhirnya aku pun tertidur dalam penantian rinduku.

Mungkinkah kesepakatan yang kita buat siang tadi untuk tidak saling telepon kau laksanakan….?? Aku tak sanggup bila itu terjadi….., aku tak sanggup untuk menanggung rasa rindu ini sendiri…..aku tak sanggup untuk tak mendengar suaramu lagi…..aku tak akan sanggup…….

Ataukah kau sibuk dengan pangeran kecilmu sehingga tak sempat untuk menyapaku walaupun hanya via sms. Ya….mungkin saja. Tapi aku tak boleh egois, aku tak boleh punya rasa cemburu pada pangeran kecilmu. Aku harus bisa menghilangkan perasaan yang tidak seharusnya ini dari hatiku.

Aku harus bisa mengerti bahwa tak mudah bagimu untuk berbagi waktu,  perhatian, kasih sayang serta rasa cinta untuk pangeran kecilmu  dan juga untukku. Aku menyayangimu…..aku juga menyayangi pangeran kecilmu.  Tak boleh ada sedikit celahpun yang dapat memisahkan aku, kau dan dia.

Malam terus berlalu, pagi menjelang, terangpun datang. Kuyakinkan hati terus berharap bahwa kau akan meneleponku hari ini, tuk membuang jauh balutan rinduku malam tadi. Kuingin angan cinta kita menjadi nyata, bersatu dalam ridho sang kuasa.

Antara Medan – Samarinda

Antara Medan – Samarinda

Ada cinta yang membara

Ada rindu yang melanda

Ada hasrat yang tertunda


Antara Medan – Samarinda

Terbentang jalan nan panjang

Ribuan aral pasti kan datang menghadang

Tuk menguji cinta dan kesetiaan


Antara Medan – Samarinda

Membagi duka dan airmata

Memberi support dan bahagia

Menghibur dalam canda dan tawa


Antara Medan – Samarinda

Ada sebuah cerita cinta

Berharap kan menjadi nyata

Bukan sebatas angan-angan belaka


Antara Medan – Samarinda

Bermunajat pada yang kuasa

Tuk mewujudkan niat yang mulia

Bersatu dalam mahligai rumahtangga



Haruskah Nikah Sirri ?

Saat ini nikah sirri lagi tren dan menghangat di kalangan selebritis kita, bahkan nikah sirri juga sudah mewabah ke orang awam. Dewi Persik misalnya, dan mungkin masih banyak lagi artis lain yang tidak mungkin disebut satu persatu.

Kalau menyinggung Dewi Persik, sudah pasti cerita akan semakin panjang. Karena saat ini Dewi Persik bukan hanya ngetop karena goyangannya yang mengundang kontroversial, tapi juga soal pernikahan sirrinya dengan Aldi Taher dan berbagai masalah yang sedang dihadapinya saat ini.

Tapi yang akan dibahas bukan soal Dewi Persiknya melainkan nikah sirri. Nikah sirri (nikah yang dirahasiakan) sebenarnya memenuhi prosedur agama, hanya tidak terdaftar dalam hukum negara untuk mendapatkan surat-surat legal. Sah tidaknya nikah sirri tergantung syarat-syarat nikah yang harus dipenuhi yakni ada wali, minimal ada 2 orang saksi, ada mahar dan ijab qabul.

Kenapa harus nikah sirri ??

Kalau pertanyaan tersebut yang dilontarkan, pasti jawabannya juga akan beragam. Mungkin untuk menghindari perzinahan, atau si pria sudah punya isteri, dan mungkin masih banyak alasan lain yang tidak pernah kita tahu kenapa seseorang mau melakukannya.

Dalam pernikahan sirri sudah pasti yang dirugikan adalah kaum perempuan. Tapi tidak sedikit pula kaum perempuan yang mau dinikahi secara sirri. Kalau terjadi KDRT, si perempuan tidak dapat melapor kemana pun. Apalagi sampai terjadi perceraian, si perempuan hanya bisa pasrah dan tak akan mendapatkan apapun termasuk harta gono gini. Karena pernikahan tersebut tidak pernah terdaftar di KUA dan tidak memiliki surat surat yang legal.

Sunggguh ironi…. Tapi itulah konsekwensi yang harus dijalani dari suatu keputusan yang sudah diambil. Walaupun sudah tahu kerugian yang akan dialami, tapi sebagian kaum perempuan masih mau saja dinikahi secara sirri.

Apapun alasannya mari sebisa mungkin kita hindari nikah sirri, agar kita (kaum perempuan) bisa mendapatkan hak yang menjadi milik kita. Karena nikah yang terdaftar dalam hukum negara pun, terkadang masih banyak kendala dan banyak kesulitan yang dihadapi bila sudah ada perselisihan.

Haruskah Nikah Sirri……..??? Allahu A’lam bissawab