Archive | Agustus 2009

Selamat Jalan Sayang……..

Bergetar hati ini membaca kabar yang dikirim via sms, tanpa diperintah buliran air hangat telah mengalir begitu saja.  Hati ini bergetar bukan karena sang kekasih yang dinanti menyapa, tapi karena kabar yang diterima adalah duka yang  sangat memilukan hati.

Belum puas rasanya hati bundamu menggendong, membelai, dan melihat perkembanganmu. Belum hilang lelah ayahmu yang bekerja siang malam tuk membeli susumu. Tapi kamu sudah pergi meninggalkan mereka dan kami semua yang sangat menyayangimu, tepat pada 5 Ramadhan 1430 H (26 Agustus 2009).

16 hari dalam perawatan dokter belum mampu menjadi penawar rasa sakitmu. Kamu tak mampu untuk berkata di mana dan apa yang kamu rasakan, hanya tangisan dan eranganmu yang terasa menyayat hati selalu terdengar di telinga ini.

Andai aku bisa menggantikan posisimu, aku rela untuk sakit dan terbaring tak berdaya. Aku rela…… karena kami semua masih berharap akan kesembuhanmu dan ingin melihatmu tersenyum, tertawa seperti dulu. Kelincahan dan kepintaranmu dalam berkembang menjadi anak yang cerdas selalu membuat kami gemas dan ingin selalu berada di dekatmu.

Mungkin inilah yang terbaik untukmu dan sesuai janjimu dengan yang Maha Pencipta akhirnya kamu kembali kepadaNYA. Ayah bundamu hanya bisa sabar dan mengikhlaskan kepergianmu, walaupun sedih dan kehilangan belum bisa jauh dari hati mereka.

Selamat jalan sayang…….. semoga kamu menjadi pembuka jalan ke surga bagi kedua orangtuamu. Ayah, bunda, kakak, kakek, nenek, bude dan om tetap menyayangimu dan akan selalu mendo’akanmu.

Raihan Aldiansyah Putra

Raihan Aldiansyah Putra

*Teruntuk yang tersayang Raihan Aldiansyah Putra (10 bulan)

Jangan Berpaling tuk Mengkhianatiku

Pagi ini cuaca kota Medan sangat indah dan bersahabat, sinar mentari yang tidak terlalu galak, desiran angin yang berhembus ramah, kokok ayam yang saling bersahutan, menambah semarak dan cerahnya hari ini.

Tapi tidak dengan keadaanku….. aku bangun dengan wajah kusut, kepala terasa berat, dan mata yang sembab. Semalaman aku tak mampu memejamkan mata ini untuk beristirahat seperti biasanya. Pikiranku melayang ke masa lalu, mengingatnya dan hanya air mata menemaniku menghabiskan  malam.

Masih terngiang apa yang diceritakan temanku tentang dia. Dia orang yang kusayang, kucinta, selalu ada dalam hatiku dan mengisi hari-hariku, kini berpaling mengobral cinta pada sahabatku.

Kukepal erat tanganku menahan emosi, jantungku berdegup kencang, dadaku sesak mendengar semua ceritanya.  Aku tak sanggup, ingin kuteriak tapi suaraku seolah tertahan, akhirnya aku hanya bisa menangis tanpa tahu kenapa aku harus menangis.

Jangan berpaling tuk mengkhianatiku, apalagi dengan sahabatku. Luka hatiku belum sembuh dan mengering tapi kau tega menyiramnya dengan air garam. Kini luka itu kian menganga dan semakin sakit tak terperih.

Bila hatimu belum merasa bosan tuk berpetualang cinta, kenapa harus sahabatku yang kau rayu, kenapa sahabatku jadi tempat pelarianmu. Tak cukupkah pengalaman yang lalu menjadi pelajaran, membuatmu jera dan awas dalam melangkah ?

Cinta telah membuatku bodoh dan terombang-ambing dalam kegalauan. Ingin rasanya ku membencimu…… tapi aku tak mampu, ingin kubuang jauh bayangmu……. tapi tetap saja kau datang mengganggu, sampai kapan batin ini harus tersiksa karenamu.

Kamu tahu apa yang kumau, kamu tahu apa yang kuinginkan, kamu tahu siapa yang kurindu, dan kamu juga tahu siapa yang kucinta. Aku selalu menjaga cinta kita agar tak terkhianati oleh siapapun, tapi kamu malah merusaknya dengan begitu mudah, semudah dan semanis kata-katamu padanya.

Masih pantaskah aku  tuk terus mengharapkanmu dan  menjaga cinta ini agar tetap tumbuh dalam hatiku……….???

Persahabatan

Persahabatan bagai kepompong……….

Mengubah ulat menjadi kupu-kupu……..

Persahabatan bagai kepompong

Hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong

Maklumi teman hadapi perbedaan

Persahabatan bagai kepompong…….  kepompong……. (Sindentosca)

Tidak mudah untuk merubah kepompong yang bisa dibilang menjijikkan untuk menjadi seekor kupu-kupu indah nan cantik dan disenangi setiap orang.

Begitu juga dengan menjalin persahabatan. Untuk mendapatkan seorang teman yang bisa dijadikan sahabat sejati, yang bisa diajak berbagai suka  duka, menerima apa adanya, jujur dan tulus, serta saling memahami satu sama lain tidak segampang metamorfosis kepompong menjadi kupu-kupu.

persahabatan

Menjalin persahabatan juga butuh proses, tidak semua teman yang ada bisa dijadikan sahabat. Ada yang dekat karena kita hebat, ada yang datang karena kita ber-uang, ada juga yang pergi karena tak butuh lagi. ‘Habis manis sepah dibuang’ begitu kira-kira kata pepatah.

Persahabatan juga tak ubahnya seperti percintaan. Bisa  mesra, saling memberi dan  menerima serta berbagi rasa dan cerita,  tapi bisa juga berubah benci dan menyakiti kalau sudah kepercayaan terkhianati.

Seorang teman pernah berkata ‘sahabat sejati hanya ilusi’, mungkin hal tersebut bisa saja terjadi apabila salah satu diantaranya sudah mulai mengkhianati persahabatan yang dibina dengan tulus dan lebih mementingkan egonya.

Menjalin persahabatan bisa di mana saja, tidak hanya terbatas dari dunia nyata tapi dari dunia maya yang tidak pernah saling jumpa dan bertatap muka, juga bisa terjalin persahabatan. Persahabatan yang indah  tetap terjalin dengan saling mengunjungi, berbagi rasa dan cerita.

persahabatan dinda

Award cantik yang saya pajang ini adalah simbol persahabatan dari mbak Dinda27. Walaupun di blog saya baru mengenalnya, tapi di facebook kami sudah sering bertegur sapa, saling kunjung dan merasa dekat.

Terimakasih mbak Dinda untuk award dan persahabatannya, semoga persahabatan ini bisa terjalin indah dan tulus.