Duka Negeriku

Indonesia tengah berduka karena musibah jebolnya tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang, Jum’at (27/3). Musibah tersebut menelan korban hingga ratusan jiwa, belum lagi korban luka-luka, kehilangan tempat tinggal, dan harta benda lainnya.

Sungguh menyedihkan dan sangat menyayat hati, ketika melihat seorang ibu mencari balitanya yang tidak tahu entah di mana, melihat adik yang kehilangan kakak, dan banyak lagi dari mereka yang mencari sanak saudaranya yang hilang terbawa arus.

Kalau melihat kejadian tersebut, saya teringat dengan kejadian banjir bandang yang melanda kawasan wisata Bukit Lawang Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada tahun 2003 silam. Bencana ini juga terjadi  dinihari pada bulan Ramadhan, di saat masyarakat sekitar akan makan sahur dan mungkin juga masih ada yang terlelap tidur.

Tanpa mereka sadari air bah datang dan meluluhlantakkan segalanya. Makan Sahur yang seharusnya tenang dan khidmat berubah menjadi hiruk pikuk, teriakan minta tolong terdengar di sana sini. Mereka tidak tahu apa, siapa yang harus diselamatkan, kejadian tersebut juga menelan korban ratusan jiwa.

bahorok

sebagian lokasi yang terkena banjir bandang di Bukit Lawang, Bahorok

Kejadian yang lebih dahsyat juga menimpa Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada akhir tahun 2004, tepatnya setahun setelah banjir bandang meluluhlantakkan Bukit Lawang Bahorok, Kabupaten Langkat.

Gempa yang diikuti tsunami menghancurkan dan meratakan sebagian Kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam. Hantaman tsunami tersebut merenggut puluhan ribu korban jiwa dan kerugian materi yang tak terhitung.

tsunami_aceh

gempa dan hantaman tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam meratakan semuanya kecuali bangunan masjid yg masih tampak berdiri kokoh

kapal-aceh

dahsyatnya tsunami mampu memindahkan kapal ke atas bangunan. Subhanallah

Kita semua menundukkan kepala, kita semua berduka, kita semua menangis. Tapi tangisan dan keprihatinan saja tidak cukup dalam menyikapi bencana. Diperlukan langkah nyata berbasis alasan yang cukup agar didapat gerak yang efektif dalam menanggulangi dan sekaligus mengantisipasinya lagi di masa akan datang.

Mari kita ambil hikmah dibalik semua bencana yang telah terjadi. Mari kita belajar menghargai, menjaga, dan bersahabat dengan alam yang sudah semakin tidak ramah. Mari kita hijaukan lingkungan untuk kepentingan kita bersama.

Saya turut berdukacita atas musibah Situ Gintung yang melanda saudara-saudaraku di Tangerang dan sekitarnya. Semoga mereka diberi kekuatan, keikhlasan, kesabaran menerima dan menghadapi musibah ini. Amin.

20 thoughts on “Duka Negeriku

  1. Inilah kalau Tuhan sudah mengeluarkan kemarahanya yang sebenarnya tas tingkah manusia itu sendiri.

    Marilah kita bersama-sama merenung bahwa Musibah2 yang terjadi semua ini adalah peringatan dari Tuhan untuk kita koreksi diri dan perbaiki diri kita masing2….

  2. Dan sudah waktunya kita menundukkan kepala dan menyadari kalau kita masih manusia yang nggak punya kendali apapun terhadap umur dan pundi-pundi rejeki….

  3. semua hancur…yg msh berdiri kokoh hanya masjid….rumah Allah..subhanallah..

    hrsnya manusia, bisa berpikir..kembali dan bersujudlah hanya pada Sang Khalik..

  4. semoga ini bs menjadi pelajaran berharga bg bangsa Indonesia dan dunia secara keseluruhan dan semoga yg telah menjadi korban diberi ketabahan…amin..ya robbal alamin…

  5. Ckckck…
    Iya nih, koq gak ada henti2ny yah tanah air kita ini dilanda bencana?

    Gak nyangka juga d Situ Gintung jg bisa tjadi seperti.
    Saya juga ikut berduka cita deh untuk para korban d Situ Gintung.

  6. semua hancur…yg msh berdiri kokoh hanya masjid….rumah Allah..subhanallah..
    hrsnya manusia, bisa bersukur..kembali dan bersujudlah hanya pada Sang Khalik..menandakan masih ada kesempatan tuk mawas diri mengoreksi diri ……

  7. Kehendak-Nya tak ada yang bisa menghalangi.
    Sungguh dahsyat kekuatan air…
    Duka mendalam lagi-lagi harus dirasakan oleh bangsa Indonesia.
    Semoga kejadian ini dapat dijadikan pelajaran berharga bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s