Archive | Januari 2009

BBM Turun, Sembako (tetap) Melambung

bbmPemerintah telah 3 (tiga) kali menurunkan harga bahan bakar minyak. Pertama pada 01 Desember 2008, disusul penurunan kedua pada 15 Desember 2008, dan penurunan terakhir 15 Januari 2009, sehingga harga BBM (premium) menjadi RP 4.500.- per liter.

Bukan itu saja, Pemerintah juga menetapkan penurunan tarif angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Tentu saja penurunan harga BBM, tarif angkutan dan tarif dasar listrik ini membawa angin segar dan disambut suka cita oleh rakyat. Dan orang awam seperti saya ini, tidak mengerti apakah ada unsur politis atau tidak di balik semua itu. Yang penting, penurunan tersebut dapat mengurangi cost sehari-hari.

Tapi kenyataannya penurunan harga BBM ini tidak dibarengi dengan penurunan harga-harga yang lain, seperti harga sembako dan kebutuhan sehari- hari lainnya.

Weekend kemarin, saya habiskan untuk berbenah sekaligus jalan-jalan ke pasar tradisional dekat rumah. Hampir semua kaum ibu terdengar mengeluh karena tingginya harga kebutuhan sehari-hari.

“Beras, gula, minyak curah, semuanya pada naik, gimana ni pemerintah, kok ga tanggap sih……”

“Percuma aja BBM turun kalau harga kebutuhan sehari-hari tetap tinggi, penghasilan suami saya tidak mencukupi, gajinya juga ga naik-naik tu”.

Begitulah celoteh ibu-ibu di pasar yang saya dengar ketika saya ke pasar tradisiona kemarin. Ya…kalau dihitung-hitung lebih besar pengeluaran daripada penerimaan, sehingga harus mencari tambahan dari sana sini untuk menutupi kekurangan.

Apakah hal ini juga menjadi perhatian pemerintah, untuk segera mencari solusi penurunan harga sembako dan yang lainnya. Sejatinya begitu harga BBM turun, harga-harga kebutuhan lainnya (sembako) juga harus turun.

Semoga harapan saya dan kaum ibu lainnya segera terwujud, BBM turun, sembako juga tidak melambung. Semoga, semoga dan semoga…!!

Iklan

Orang Ketiga

Siapa sih orang ketiga……??

Kok mau, apa masalahnya, kok bisa…..??

cinta-segitigaBerbagai pertanyaan muncul kalau sudah berhubungan dan membahas orang ketiga. Siapapun tidak menginginkan kehadirannya terutama kaum perempuan, tapi kenyataannya orang ketiga itu ada, hadir dan mengganggu.

Menjadi orang ketiga bukan suatu cita-cita, apalagi keinginan yang sudah diniatkan oleh seseorang. Status itu datang dan melekat dengan sendirinya, seiring langkah kaki dan kehidupan yang dijalani.

Posisi orang ketiga, dalam hal apapun tidak akan mengenakkan, terlebih menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Wouuu….terbayang nggak sih gimana yang dirasakannya. Pandangan sinis, sindiran, ejekan, bahkan makian mungkin akan didapat.

Jangan telepon atau sms ya kalau aku lagi di rumah……. (kecuali aku duluan yang mulai)

Jangan jalan dengan orang lain ya…….. (padahal si dia semaunya jalan dengan siapapun)

Tidak boleh sering-sering jalan berduaan apalagi bergandengan di tempat umum……. (padahal pengen banget bisa bergandengan tangan layaknya orang pacaran)

Tidak boleh ini, itu dan puluhan tidak boleh lainnya pasti akan dirasakan.

Itu hanyalah sebagian kecil aturan dan ketidakbebasan sebagai orang ketiga. Menyebalkan banget kan kalau hidup penuh dengan aturan dan keterbatasan. Padahal keinginan hati ingin menikmati dunia ini berdua dengannya tanpa ada rasa takut dan was-was.

Apapun alasannya jangan sampai terjebak menjadi orang ketiga. Hidup lurus dengan satu orang pasangan terkadang juga penuh aral melintang, apalagi sampe ada orang ketiga, atau menjadi orang ketiga.

Hmmm…….. inilah hidup 😦

Aku, Kau dan Bekas Pacarmu

AKU…….

Seorang wanita yang ingin selalu ada untukmu. Menjadi penyejuk di setiap marahmu, menjadi penenang di setiap galaumu, menjadi pengiring di setiap langkahmu, dan merawat di setiap sakitmu.

Memberimu cinta, kasih sayang, dan perhatian yang tulus. Menginginkanmu menjadi bagian hidupku, mendampingiku, hari ini, esok dan selama-lamanya.

KAU…….

Seorang lelaki yang menjadi dambaan setiap wanita. Kini engkau hadir dalam hidupku, mengisi ruang hampa hatiku, memberi warna dalam kehidupanku.

Memberiku cinta dan kasih sayang, membuatku tertawa dan menangis, dan selalu ada dalam suka dukaku. Aku tidak ingin engkau termiliki oleh yang lain.

BEKAS PACARMU…….

Dia wanita masa lalumu, yang masih menaruh asa. Aku tidak ingin dia hadir kembali dalam cinta yang sudah kita bina. Aku tidak ingin dia hadir mengusik kebahagiaan yang sudah terwujud. Jangan pernah kau buka lagi kesempatan itu padanya.

Menjauhlah darinya……… dan terus mendekat padaku………. Masa depan kebahagiaan tinggal selangkah lagi untuk kita raih. Jangan biarkan keegoisan merusak segalanya, jangan rubah cintaku jadi kebencian.

Si Anak Sulung

Anak sulung biasanya menikmati posisi istimewa dalam keluarga. Boleh dibilang, ia memiliki segalanya, status sebagai yang tertua, perhatian dan kasih sayang penuh dari orang tua, serta memperoleh pengalaman-pengalaman mengasyikkan yang mungkin tidak dinikmati adik-adiknya. Namun ada kalanya posisi sebagai sulung, membuat seorang anak memiliki beban mental yang berat.

mandiriSaya, yang kebetulan dilahirkan sebagai anak sulung dan satu-satunya perempuan dari tiga bersaudara, sangat merasakan sekali enak dan tidaknya terlahir sebagai anak sulung.

Sebagai sulung, dari kecil saya sudah diterapkan untuk disiplin, bertanggungjawab dan memberikan contoh yang baik pada kedua adik saya. Orangtua juga menaruh harapan besar di pundak saya untuk mewujudkan harapan-harapan mereka.

Di sisi lain, sebagai anak perempuan di antara dua saudara lelaki, saya juga dipenuhi kasih sayang dan sangat dimanja, terlebih oleh papa. Papa yang selalu memberikan perhatian lebih pada saya. Tapi tidak dengan ibu saya, beliau mendidik saya begitu keras. Walaupun saya tahu tujuannya untuk kebaikan, tapi tetap saja menjadi beban psikologis yang berat buat saya.

Karena kedua hal itulah, kini saya tumbuh menjadi wanita yang kuat, mandiri, bertanggungjawab, tapi juga lembut, penuh cinta dan kasih sayang. Itulah yang saya rasakan sebagai anak sulung, berat tapi juga menyenangkan. 🙂

Bagaimana dengan teman teman blogger yang kebetulan juga anak sulung seperti saya, mari kita berbagi cerita.

My Weekend

Akhir pekan yang menyenangkan…… itulah yang terucap dalam hatiku dan kenyataan yang aku rasakan. Hmmm, bahagianya……

sweet-memoryGimana tidak, sabtu malam saat kota Medan diterangi sinar rembulan yang indah, aku menghabiskan waktu bersamanya. Berjalan di sisi orang yang kita sayangi, menikmati malam, dan mendapatkan perhatian penuh darinya, tentu mendatangkan kebahagian tersendiri.

Minggu pagi, seiring kokok ayam dan sinar mentari yang menghangatkan kamarku, aku terbangun dan mengucap syukur yang tiada henti padaNYA.

Hari ini bertambah satu usiaku, yang artinya jatah hidupku di dunia ini semakin berkurang. Alhamdulillah…..aku masih diberi kesempatan untuk bernafas, membuka mata dan menikmati dunia ini atas ridhoNYA.

Semakin bertambah umur, aku berharap bisa semakin dewasa dalam menghadapi segalanya, menjalani hidup dengan jujur dan bermakna. Sabar, tulus dan ikhlas menerima kekurangan dan kelebihan orang lain.

Semakin lengkap kebahagiaan yang aku rasakan di saat aku menerima ucapan selamat ultah dari keluarga, sahabat, terutama dari dia yang aku sayang. Dia juga memberiku hadiah istimewa yang tak mampu aku ungkapkan.

Tanpa terasa butiran air hangat mengalir dari sudut mataku. Aku menangis, tapi bukan untuk kesedihan, melainkan karena kebahagiaanku yang terasa semakin lengkap.

Terima kasih ya Allah, atas segala kenikmatan yang Engkau berikan padaku. Terima kasih keluarga dan sahabatku, yang masih mengingat hari bahagiaku. Terimakasih cinta, karena engkau telah menyayangi dan selalu ada untukku.

Happy Birthday Pa….

Hari ini tanggal 06 Januari ya…, upzz….hampir saja aku lupa. Hari ini kan ulang tahun papaku yang ke-69. Buru – buru pagi tadi aku telepon adik – adikku untuk mengingatkan mereka akan moment tersebut.

Mereka menyambut hangat, dan kami berencana malam nanti akan buat surprise party untuk papa. Nggak party besar – besaran sih, sekadar syukuran saja. Ibu dibantu adik dan iparku menyiapkan segala keperluannya, terutama nasi tumpeng, yang pasti ga pernah ketinggalan.

Semoga papaku bahagia dengan apa yang kami suguhkan. Hanya ini yang dapat kami beri untukmu pa. Kami, istri, anak-anak dan cucumu selalu mendoakan untuk kesehatan dan kebahagiaanmu.

Aku sangat bersyukur masih diberi kesempatan memiliki  orangtua yang lengkap sampai saat ini. Aku akan berusaha semampuku untuk membuat mereka bahagia, walaupun mereka bilang sudah sangat bahagia bisa melihat kami, anak – anaknya tumbuh dewasa, bisa mengenyam pendidikan dan hidup cukup.

Selamat Ulang Tahun Pa……., semoga panjang umur, selalu diberi kesehatan, dan senantiasa dalam lindunganNya, aminnn.

Coretan Kalbu

Cinta dan persahabatan, dapatkah menyayangi atau malah melukai ?

Mampukah cinta menggugah jiwa atau malah mengganggu jiwa ?cinta-dan-persahabatan1

Sanggupkah kepalsuan menjelma cinta atau mengoyak kenyataan ?

Saat jejak pencarian berakhir derita, akankah pembalasan terlaksana ?