Malam semakin larut, kantukpun sudah mulai menyerangku. Aku beranjak menuju peraduan yang selalu setia menanti kehadiranku. Sejenak kumampu memejamkan mata ini, memanjakan diri dalam istirahat malamku.
Tapi tidak dengan hatiku, yang masih berharap teleponku berdering dan itu adalah darimu. Kuingin malam ini mendengar suaramu tuk menghantar lelap tidurku seperti malam – malam kemarin.
Lelah kumenanti tapi teleponku tetap diam membisu. Jangankan telepon, sms pun tak kunjung datang. Tak ada kata I love you mah….., tak ada kata I miss you honey……., tak ada kata iya sayang……. tak ada kata apapun yang kudapati malam ini. Menunggu membuatku lelah dan akhirnya aku pun tertidur dalam penantian rinduku.
Mungkinkah kesepakatan yang kita buat siang tadi untuk tidak saling telepon kau laksanakan….?? Aku tak sanggup bila itu terjadi….., aku tak sanggup untuk menanggung rasa rindu ini sendiri…..aku tak sanggup untuk tak mendengar suaramu lagi…..aku tak akan sanggup…….
Ataukah kau sibuk dengan pangeran kecilmu sehingga tak sempat untuk menyapaku walaupun hanya via sms. Ya….mungkin saja. Tapi aku tak boleh egois, aku tak boleh punya rasa cemburu pada pangeran kecilmu. Aku harus bisa menghilangkan perasaan yang tidak seharusnya ini dari hatiku.
Aku harus bisa mengerti bahwa tak mudah bagimu untuk berbagi waktu, perhatian, kasih sayang serta rasa cinta untuk pangeran kecilmu dan juga untukku. Aku menyayangimu…..aku juga menyayangi pangeran kecilmu. Tak boleh ada sedikit celahpun yang dapat memisahkan aku, kau dan dia.
Malam terus berlalu, pagi menjelang, terangpun datang. Kuyakinkan hati terus berharap bahwa kau akan meneleponku hari ini, tuk membuang jauh balutan rinduku malam tadi. Kuingin angan cinta kita menjadi nyata, bersatu dalam ridho sang kuasa.




Biarkan waktu teruslah berputar


Insya Allah dengan doa dan bantuan kalian semua, ke depan aku akan lebih kuat dan akan terus ngeblog. Tidak ada gunanya terus menerus larut dalam kesedihan, yang sudah terjadi biarlah berlalu dan menjadi pelajaran, masa yang akan datang jangan sampai terulang lagi.
tanggapan sahabat